Alutsista Modern TNI AL Dipamerkan Di Puncak Peringatan Hari TNI

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : TNI Angkatan Laut akan mepamerkan alat utama sistem senjata (alutsista) modern pada peringatan HUT ke-67 TNI pada 5 Oktober 2012 mendatang. Alutsista modern tersebut, diantaranya 7 unit Tank Amfibi BMP-3F, 4 unit Kendaraan Tempur Amfibi LVT-7, serta 2 unit Roket Multi Laras 70 RAD.

Hal diungkapkan Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asops KSAL), Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, saat meresmikan dan memberangkatkan kontingen TNI AL yang akan terlibat pada kegiatan HUT Ke-67 TNI, di Bumi Marinir, Cilandak Jakarta, Jumat (28/9).

Menurut Didit, TNI AL mengirim pasukan dan peralatan tempurnya ditengah-tengah modernisasi Alutsista serta untuk menunjukkan aksi dan kekuatan tempur matra laut pada masyarakat Indonesia, dalam rangkaian upacara dan defile pada perayaan HUT Ke-67 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober mendatang. Selain itu sebanyak 2664 personel TNI AL yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

"Saya berharap kepada seluruh kontingen TNI AL yang berpartisipasi pada upacara dan defile HUT Ke-67 TNI, dapat menunjukkan profesionalisme dan performa terbaik, sehingga membawa nama baik dan kebanggaan kepada seluruh kesatuan TNI AL", tandasnya.

Dari 2664 personel tersebut terdiri dari 1 Brigade Upacara TNI AL, 1 Kompi Perwira Menengah, 1 Kompi Perwira Pertama, 1 Kompi Korps Wanita Angkatan Laut, 1 Kompi Polisi Militer, 1 Kompi Pegawai Negeri Sipil, 1 Kompi Komponen Cadangan, tidak ketinggalan sebanyak 550 prajurit dari Korps Marinir TNI AL yang akan melaksanakan demo Kolone Senapan, serta 2 orang peterjun Free Fall pembawa Banner yang bertuliskan semboyan TNI AL Jalasveva Jaya Mahe.

Sumber : SuaraKarya

Baca Selengkapnya ....

Lagi-lagi Ajang BAS Memakan Korban

Posted by Foxtron Group 0 komentar

BANDUNG-(IDB) : Sebuah pesawat Bravo milik Federasi Aerosport Indonesia (FASI) jatuh saat beraksi dalam acara Bandung Air Show, sekitar pukul 11.30 WIB di Bandara Husein Sastranegara, Sabtu (29/9/2012).

Menurut saksi mata, Kevin (17) saat itu pesawat sedang atraksi manuver terbalik. Namun posisi pesawat dalam keadaan terbang rendah.

"Pesawat jenis bravo tadi atraksinya terbalik, namun terbangnya rendah sehingga saat mau ke posisi sempurna tidak sempat ke atas," ujar Kevin kepada detikbandung saat ditemui di lokasi kejadian.

Pesawat tersebut jatuh di Komplek Husein Sastranegara, namun beruntung pesawat Bravo tersebut tidak jatuh tepat di area pelaksanaan Bandung Air Show 2012.

Hingga saat ini belum diketahui tepatnya pesawat tersebut jatuh. Di lokasi kejadian sempat terlihat kepulan asap.

Sumber : Detik

Baca Selengkapnya ....

KSAU Bertekad Jadikan TNI AU " The First Class Air Force "

Posted by Foxtron Group 0 komentar

MEDAN-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat bertekad terus memperkuat AURI untuk menjadi kekuatan terbaik di dunia atau "the First Class Air Force".

"Saya ingin secara bertahap AURI menjadi the first class air force," kata Marsekal Imam Sufaat saat peresmian pergantian nama Lapangan Udara (Lanud) Pekanbaru menjadi Roesmin Noerjadin, di Pekanbaru, Jumat (28/9).


Untuk mencapai cita-cita tersebut, KASAU mengatakan, awal 2014 AURI akan menambah 24 pesawat F-16, dan 16 pesawat di antaranya akan ditempatkan di Lanud Roesmin Norjadin.


Dengan begitu, ia berharap Lanud Roesmin Noerjadin akan mempunyai dua skadron tempur yang dipimpin perwira bintang satu.


"Maka, statusnya pun akan berubah menjadi Lanud Kelas A,".


Selain itu, ia mengatakan AURI kini juga bekerja sama dengan Korea Selatan dalam membuat pesawat tempur generasi 4,5. Pesawat itu diakui KSAU merupakan peranti tempur di atas generasi Sukhoi produk Rusia.


Kemudian, pada tahun 2022 KSAU mengatakan AURI akan mempunyai 50 pesawat jenis tersebut.


KSAU menilai penempatan 16 pesawat F-16 di Pekanbaru pada 2014 sangat strategis. Pasalnya lokasi Pekanbaru strategis sebagai benteng pertahanan, dan jaraknya cukup dekat dengan negara tetangga Malaysia ataupun Singapura.


"Angkatan Udara harus kuat untuk menjamin harga diri bangsa di udara NKRI," katanya.


Untukitu KSAU berharap, pergantian nama Lanud Pekanbaru menjadi Lanud Roesmin Noerjadin menjadi momentum baru yang bisa memberikan semangat untuk meningkatkan kapasitas AURI di Pekanbaru.


Menurut KSAU, penggantian nama adalah langkah yang diambil untuk meneladani dan menghormati jasa Roesdin. Pria kelahiran Malang pada 31 Mei 1930 itu merupakan salah seorang penerbang jet tempur pertama di Indonesia.


Pada masa Roesmin, AURI berubah menjadi angkatan yang berwibawa dan disegani di Asia, sebelum akhirnya "dikebiri" oleh rezim Orde Baru karena dituding terlibat G30S/PKI.


"Beliau adalah sosok yang patut diteladani generasi selanjutnya dalam mengharumkan nama bangsa," kata KSAU lagi.

Sumber : Metrotvnews

Baca Selengkapnya ....

PT. DI Dan Pindad Tanda Tangani MOU ToT Dengan Boeing

Posted by Foxtron Group 0 komentar

WASHINGTON-(IDB) : Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, sepakat bekerja sama soal alih teknologi kepada Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad.

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia, sedangkan PT Pindad adalah perusahaan industri manufaktur Indonesia yang bergerak dalam bidang produk produk militer dan produk komersial .

Kesepakatan kerja sama alih teknologi antara Boeing, PT DI, dan PT Pindad tertuang dalam Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani pada acara Investment Day di Amerika Serikat pekan lalu.

“Boeing berminat untuk memberikan alih teknologi, training, pendidikan, dan kerja sama pembangunan industri dirgantara,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu malam 26 September 2012.

Realisasi dari kerja sama itu akan dijalankan dalam waktu dekat. Pemerintah Indonesia optimis kerja sama ini akan berjalan lancar dan bermanfat bagi Indonesia. Apalagi Boeing memiliki citra baik dalam membangun kerja sama, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta di Indonesia.

Menkeu menjelaskan, sebelumnya Boeing juga melakukan kerja sama dalam pembelian pesawat dengan Lion Air yang bernilai US$ 20 miliar.

Sumber : Vivanews

Baca Selengkapnya ....

Rencana Penempatan 15 Ribu Marinir di Sorong Dipertanyakan

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : Rencana TNI AL yang memilih Sorong sebagai pusat  divisi III Marinir pada prinsipnya disambut positif, hanya saja penempatan pasukan yang bisa mencapai hingga 1500-an anggota marinir di Sorong hendaknya ditinjau kembali.

Sebab menurut Tokoh Pemuda Papua, Agustinus Isir, jika TNI AL menempatkan sampai 1500-an anggota marinir di Sorong, itu sangat berlebihan. Alasannya, selama ini Sorong dikenal sebagai daerah yang aman, sehingga jika sampai ada anggota marinir yang jumlah mencapai hingga seribu lebih orang dikhawatirkan akan timbul berbagai pikiran ditengah masyarakat awam yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan reaksi negatif atas penempatan pasukan yang terlalu banyak tersebut.


“Kalau sampai ditempatkan 1.500-an anggota itu terlalu kelewatan. Terlalu banyak untuk ukuran Sorong. Daripada buat begitu bikin uang negara habis-habis saja. Tempatkan pasukan kan harus mempertimbangkan biaya operasional, tempat tinggal dan sebagainya. Jangan biaya dikeluarkan untuk pemborosan saja, ”ujarnya.


“Apalagi di sini (Sorong,Red)  daerahnya aman-aman  saja. Kenapa terlalu banyak, aparat yang sudah ada selama ini   sudah cukup,” sambung Agus Isir dalam bincang-bincangnya dengan  Radar Sorong (JPNN Group), Kamis (27/9).

Terkait dengan peletakan batu pertama pembangunan markas komanda Divisi III Marinir di Km 16 Rabu lalu (26/9), Agus Isir mengatakan itu boleh-boleh saja. Hanya saja menurut dia, untuk penempatan personil di Sorong cukup perwakilan saja sedangkan sisanya disebar ke daerah lain di Papua dan Papua Barat serta wilayah Indonesia Timur lainnya. “Jangan dipusatkan semua di sini (Sorong,Red). Ini bukan orang mau persiapan tempur. Di sini. Ini kan daerah aman-aman saja kok, tidak pernah ada masalah,”tandas Agus Isir .


Lanjut dikatakannya,  dengan akan ditempatkannya sekitar 1500-an personil di Sorong,  yang dikhawatirkan malah menimbulkan gesekan dengan masyarakat maupun antar aparat keamanan itu sendiri.  Dengan jumlah yang relatif sedikit saja seperti saat ini, lanjut Agus Isir, beberapa kali terjadi gesekan yang melibatkan oknum marinir dengan aparat keamanan lainnya, apalagi dalam jumlah yang  begitu banyak. 


“Antara aparat keamanan saja bisa terjadi salah paham, apalagi dengan masyarakat yang masih awam.  Menurut saya, untuk menjaga keamanan aparat yang sudah ada seperti   dari  Polres , Brimob itu sudah cukup. Kalau  marinir itu yang penting ada perwakilannya saja,”tandas Agus Isir . ”Bangun pusat marinir  di  sini (Sorong,Red)  bisa saja tapi semua jangan  difokuskan di sini. Kita tidak batasi aparat keaman masuk, bisa masuk tapi jangan terlalu berlebihan. Kayak orang mau persiapan tempur saja,”imbuhnya lagi.


Lanjut Agus Isir, berbeda dengan daerah lainnya yang bisa dianggap rawan seperti di Jayapura, Timika dimana kerap terjadi kasus penembakan yang bermuatan politik, untuk di  Sorong selama ini hanya dihadapkan dengan masalah keamanan yang menyangkut tindak kriminal.  Sehingga menurutnya,  untuk sisi  keamanan cukup dari Kepolisian.


Jika sampai ditambah 1000 lebih anggota marinir, maka akan tidak seimbang antara jumlah aparat keamanan dengan situasi keamanan di Sorong.  “ Nanti aparat malah lebih banyak  dari masalah, jadi  tidak seimbang. Hanya pemborosan anggaran saja.  Kalau mau pasang pasukan  itu  di  Jayapura sana,  pasanga di  Timika ka, atau di Merauke tempat perbatasan sana. Di Sorong ini kita mau lihat jalur jalannya sampai dimana sampai aparat semua mau turun, tumpuk di sini,”ucap pria yang rajin mengamati berbagai shtuasi di Sorong Raya ini.


Menanyakan, berapa idealnya anggota marinir di Sorong,  menurut Agus Isir, tidak usah terlalu banyak, tidak lebih dari 100 orang. “Kalau mau pasang  pusat marinir di sini tra apa-apa  karena di sini kan memang pintu gerbang Papua.  Tapi jangan anggotanya terlalu banyak. Lama-lama  di Sorong ini tidak ada masyarakat tapi aparat keamanan saja yang tinggal,”pungkasnya.

Sumber : JPNN

Baca Selengkapnya ....

KRI Klewang Terbakar

Posted by Foxtron Group 0 komentar

BANYUWANGI-(IDB) : KRI Klewang jenis Trimaran terbakar di Pangkalan AL Banyuwangi sekitar pukul 15.15 WIB, Jumat (28/9/2012). Asap hitam mengepul hingga ketinggian 25 meter.

Warga yang mengetahui kebakaran itu berjubel di pinggir dermaga. KRI Klewang ini baru diresmikan sekitar 1 bulan lalu oleh pejabat AL.

Dari pantauan detiksurabaya.com, terlihat api masih membumbung tinggi. Sesekali terdengar suara ledakan kecil. 1 Unit kapal PMK dan perahu karet milik TNI AL serta mobil PMK berupaya memadamkan api.

"Api diketahui usai salat ashar. Taoi belum diketahui di titik mana," kata seorang anggota TNI AL yang enggan disebut namanya kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Bodi Kapal Siluman Klewang Terbelah Saat Terbakar



Api yang membakar Kapal Siluman KRI Klewang sulit dijinakkan. Upaya petugas memadamkan api sulit dilakukan. Selain api terlanjur membakar semua bagian Kapal, hembusan angin laut yang kencang juga membuat api makin membesar.

Dari pantauan detiksurabaya.com, api melumat semua bodi kapal perang siluman tersebut. Bahkan kapal terbelah menjadi dua bagian. Ledakan kecil sesekali terdengar dari kobaran api. Meski petugas sudah berupaya untuk memadamkan si jago merah, namun upaya itu seolah sia-sia belaka.

Sejumlah petugas AL hanya bisa mengamankan lokasi. Warga dilarang mendekat sekitar radius 100 meter. Hingga pukul 16.00 WIB, api masih terus berkobar.

Asap hitam pekat membumbung tinggi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak AL terkait kejadian ini. Sementara ratusan warga masih memadati lokasi untuk melihat. 

Sumber : Detik

Baca Selengkapnya ....

Pengamat : Awas! Ada Agenda Tersembunyi di Balik Bantuan Alutsista AS

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : Kemurahan hati Amerika Serikat (AS) dengan membanjiri Indonesia dengan berbagai tawaran bantuan persenjataan belakangan mendapat perhatian dari banyak kalangan. Sebab sikap AS yang mendadak murah hati kepada Indonesia ditenggarai memiliki agenda tersembunyi.

Kepada itoday, Rabu (26/9), pengamat pertahanan, Rizal Darma Putra menilai bantuan senjata AS kepada Indonesia untuk mempersempit kesenjangan teknologi persenjataan dengan negara di kawasan ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Singapuran dan Vietnam. Hal itu dilakukan agar Indonesia dapat ikut serta dan saling melengkapi ketika akan menggelar senjata di kawasan, atau join military operation.

“Join millitary operation antar negara ASEAN memang disiapkan AS untuk menghadapi Cina di Laut Cina Selatan, itu hidden agendanya, “ ungkap Rizal.

Namun demikian, untuk menyembunyikan agenda rahasia itu, yang dimunculkan di permukaan adalah terjadinya perlombaan senjata di kawasan ASEAN, seiring dengan perkembangan ekonomi dan konflik regional, dimana masing-masing negara memperkuat pertahanannya, dan itu memicu pembelajaan alutsista di negara ASEAN.

“Apakah arm race itu hanya kebetulan? Saya melihat ada suatu pola untuk membangun kekuatan militer yang relatif setara di antara negara-negara ASEAN, untuk mempermudah bilamana dibutuhkan join military operation, “ jelasnya.
Sumber : Itoday

Baca Selengkapnya ....

Industri Pertahanan Hebat, Negara Pasti Kuat

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : Industri Pertahanan sebagai salah satu unsur pendukung pertahanan negara, diharapkan dapat mendukung pengadaan alutsista dalam upaya mewujudkan kemandirian pemenuhan kebutuhan sarana pertahanan, sehingga memberikan daya tangkal dan kekuatan pertahanan yang handal. Selain itu pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional (termasuk di dalamnya Industri Pertahanan) erat kaitannya dengan kondisi perekonomian suatu negara. Jika laju perekonomian meningkat, maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional demikian juga sebaliknya. Demikian harapan Sekretaris Jenderal Kemhan MarsdyaTNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Direktur Teknologi Industri Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirtekind Ditjen Pothan) Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.M., dalam forum Bakohumas yang berlangsung selama sehari di kantor Kemhan Jakarta, Rabu (26/9). 

Lebih lanjut dikatakan Sekjen Kemhan bahwa kemampuan pertahanan negara akan sangat ditentukan oleh kemampuan industri pertahanannya sebagai bagian dari industri nasional. Sebagai komponen pendukung, industri pertahanan nasional harus mampu memenuhi spesifikasi teknis sesuai kebutuhan TNI sebagai pengguna termasuk faktor pemeliharaannya.

Untuk mendukung terwujudnya Industri Pertahanan yang berkemampuan maju, mandiri dan berdaya saing, dibutuhkan kebijakan tentang pemberdayaan seluruh Industri Nasional yang ada. Pemberdayaan Industri Pertahanan tersebut memerlukan adanya tekad dan keterpaduan upaya dari semua stake holder serta didukung oleh kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan segenap potensi sumber daya nasional termasuk perangkat regulasinya dalam bentuk peraturan perundang-undangan tentang Industri Strategis Pertahanan. Keberadaan undang-undang ini diperlukan agar dapat menyinergikan peraturan perundang-undangan lain terkait dengan Industri Pertahanan Nasional, serta optimalisasi upaya negara dalam mengelola Industri Pertahanan.

Untuk itu Sekjen Kemhan berharap Forum Komunikasi Kehumasan (Bakohumas) untuk dapat lebih meningkatkan komunikasi antar organisasi humas serta menjadikan media yang ada di lingkungannya untuk dapat diberdayakan guna memperlancar penyebarannya kepada masyarakat luas. Ke depan permasalahan pertahanan negara menjadi sangat kompleks, sehingga diharapkan tidak hanya bertumpu pada kementerian yang menangani pertahanan saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh kementerian atau instansi terkait, baik Lembaga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah, sesuai dengan lingkup tugas masing-masing.

Melalui forum ini Sekjen Kemhan menyampaikan harapannya agar komunitas kehumasan dapat membantu lembaga Legislatif, Eksekutif, Yudikatif serta lembaga masing-masing dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga masyarakat akan semakin mengerti tentang nafas dan urgensinya RUU Industri Pertahanan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Bakohumas yang diwakili Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Drs. Ismail Cawidu, M.Si menyampaikan mengenai Pengamanan Informasi dan Misi Diplomasi di Era Keterbukaan Informasi. Terkait masalah pertahanan dan keamanan, Ses Dirjen Informasi dan Kompublik Kemkominfo menyatakan bahwa kemajuan teknologi informasi dapat mengakibatkan tantangan di bidang pertahanan dan keamanan. Untuk itu diperlukan sinergitas antar kementerian atau lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Tantangan di bidang kemajuan teknologi merupakan tantangan yang luar biasa dan memerlukan kebersamaan antar instansi pemerintahan. “Oleh sebab itu, fahami betul konten yang terdapat dalam RUU Industri Pertahanan. Jika kita tidak memahami konten RUU tersebut maka kita tidak dapat mendukung RUU Industri Pertahanan. Untuk itu perlu adanya obligation to tell diantara peserta Bakohumas, ” tegas Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo.

Forum Bakohumas yang merupakan wadah dan sharing informasi diantara sesama lembaga pemerintah dan non pemerintah kali ini mengangkat tema, “Melalui Forum Kehumasan Kita Tingkatkan Wawasan dan Pemahaman Seluruh Masyarakat terhadap Urgensi RUU Industri Pertahanan”. Hadir sebagai pembicara dalam Forum Bakohumas  Direktur Hukum Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkum Ditjen Strahan) Kemhan M. Fachrueddin, M.H., M.M dan Dirtekind Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.Si dengan moderator Kepala Bidang Kerjasama Informasi Puskom Publik Kemhan Kolonel Laut Ir. Paruntungan Girsang, M.A.

Sumber : DMC

Baca Selengkapnya ....

Latihan AJ XXXI, KRI OWA-354 Tembakan Rudal Yakhont

Posted by Foxtron Group 0 komentar

SURABAYA-(IDB) : Latihan Armada Jaya (AJ) XXXI/2012 yang manlapnya (manuver lapangan) digelar pada bulan Oktober mendatang ini bakal menarik dan seru. Pasalnya, TNI Angkatan Laut akan melaksanakan uji coba penembakan beberapa senjata strategis, diantaranya Rudal Yakhont buatan Rusia.Ujicoba penembakan Rudal Yakhont ini nantinya akan dilaksanakan oleh KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 yang ikut terlibat dalam Latihan Armada Jaya tersebut.

KRI OWA-354 adalah kapal ke empat dari kapal perang kelas Perusak Kawal Kendali Kelas Ahmad Yani. Sampai saat ini, kapal perang tersebut memperkuat jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim). Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Doken Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI AL.

Uji coba pertama kali penembakan Rudal Yakhont berhasil dilakukan pada bulan April 2011 oleh KRI OWA-354 di perairan Selat Sunda. Pada saat uji coba tersebut,  sasaran tembak Yakhont berada di lintas cakrawala, yakni menghamtam target. Untuk mengecek kesiapan uji coba penembakan rudal tersebut, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum, rencananya akan meninjau langsung kesiapan KRI OWA-354, Jumat (28/9) besok siang. 

Sumber : Koarmatim

Baca Selengkapnya ....

China Operasikan Kapal Induk, Sengketa Maritim Semakin Panas

Posted by Foxtron Group 0 komentar

BEIJING-(IDB) : Mungkin berupaya menunjukkan kemampuan tentara AL China yang bisa memicu kekhawatiran negara tetangga.

China mulai mengoperasikan  kapal induk seiring memanasnya sengketa maritim dengan Jepang, Selasa (25/9).


Negara tersebut mungkin berupaya menunjukkan kemampuan tentara angkatan laut (AL), yang bisa memicu kekhawatiran negara tetangga.


Berdasarkan penjelasan pihak kementerian pertahanan China, kapal induk yang diberi nama Liaoning itu akan memperkuat AL secara keseluruhan dan secara efektif melindungi kedaulatan, keamanan, serta kepentingan-kepentingan negara.


Pada dasarnya, kapal yang sudah melalui proses reparasi dan berasal dari Ukraina ini memiliki peran terbatas.


Kapal induk Liaoning diperuntukkan pada pelatihan dan uji coba menjelang peluncuran kapal induk buatan China pertama kalinya setelah 2015, demikian pendapat sejumlah analis.


Meski demikian, persoalan sengketa pulau masih membayang-bayangi China maupun Jepang.


“China tidak akan pernah mentoleransi segala tindakan bilateral oleh Jepang yang membahayakan teritorial kedaulatan China,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Zhang Zhijun.


Jepang, lanjut dia, harus menyingkirkan ilusi, melaksanakan refleksi pencarian dan melakukan tindakan-tindakan yang konkret untuk memperbaiki segala kesalahan.


Zhang juga menyampaikan agar Jepang kembali pada konsensus dan kesepakatan yang sudah disetujui kedua kepala negara.


Risiko konfrontasi militer cenderung kecil, tapi ketegangan politik antar dua negara ekonomi besar di Asia ini berpotensi memburuk. Sedangkan bagi AL China, penambahan armada kapal induk sudah menjadi sebuah prioritas untuk mengembangkan kemampuan.


China tercatat sudah menyampaikan seruan pada Amerika Serikat (AS), sehubungan dengan agresi Presiden Barack Obama ke wilayah Asia. Negeri Tirai Bambu itu mengingatkan AS tidak ikut terlibat dalam sengketa teritorial di kawasan Laut China Selatan, yang melibatkan Tiongkok dan sejumlah sekutu AS termasuk Filipina.


Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Hillary Clinton juga telah menyampaikan desakan pada RRT dan negara-negara tetangganya di kawasan Asia Tenggara, untuk menyelesaikan sengketa tanpa paksaan, intimidasi, ancaman, dan menggunakan kekuatan angkatan bersenjata.


Narushige Michishita, ahli keamanan dari Institut Pascasarjana Nasional di Tokyo, Jepang, berpendapat bahwa pengiriman kapal induk tersebut tidak terkait dengan sengketa kepulauan. 


“China sedang berupaya meningkatkan kemampuan strategi angkatan laut,” kata dia. Ketegangan di Laut Cina Timur semakin kompleks dengan masuknya sejumlah kapal Taiwan , yang juga mengklaim kepemilikan pulau di wilayah sengketa. 

Sumber : Beritasatu

Baca Selengkapnya ....

Coast Guard Jepang Dan Taiwan Baku Tembak

Posted by Foxtron Group 0 komentar

TOKYO-(IDB) : Kapal-kapal penjaga pantai Jepang menembakkan meriam air untuk mengusir 40 kapal nelayan delapan kapal penjaga pantai Taiwan dari perairan Kepulauan Senkaku yang diklaim Jepang sebagai wilayah kedaulatannya, Selasa (25/9/2012).

Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura. Setelah dihantam tembakan meriam air, kapal-kapal Taiwan dilaporkan sudah keluar dari perairan Jepang.

Televisi Jepang NHK menyajikan gambar saat sebuah kapal penjaga pantai Jepang menembakkan meriam airnya ke arah sebuah kapal nelayan Taiwan.
Melihat ini, sebuah kapal penjaga pantai Taiwan juga menembakkan meriam airnya ke arah kapal Jepang sebagai balasan.

Sejumlah pengamat menilai 'baku tembak' yang tak terduga ini berpotensi untuk memanaskan situasi di kawasan itu meski kedua negara bersepakat untuk mendinginkan situasi.
 
 
Jepang kemudian mengajukan protes resmi kepada Taiwan sehari setelah protes serupa kepada China setelah kapal-kapal negeri itu memasuki 'wilayah' perairan Jepang.

"Pemerintah sudah mengajukan protes resmi kepada pemerintah Taiwan," kata Fujimura dalam sebuahn jumpa pers.
 
"Pemerintah Jepang menilai masalah ini harus diselesaikan dalam konteks memperhatikan hubungan baik antara Jepang dan Taiwan. Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan tenang," tandas Fujimura.
 Taiwan sebenarnya memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Jepang. Namun kedua negara sudah lama berselisih paham soal hak mencari ikan di kawasan sengketa itu.

China dan Taiwan sama-sama berpendapat mereka mewarisi sejarah kedaulatan China atas peraiaran dan kepulauan yang kini menjadi sengketa.
Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ....

Awal November 2012 Dipastikan Indonesia Kedatangan Leopard Dan Marder

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

"Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.
Staf Ahli Menhan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya. 
Sumber : Antara

Baca Selengkapnya ....

TNI AD Ambil Bagian Dalam Lomba Tembak Asean

Posted by Foxtron Group 0 komentar
JAKARTA-(IDB) : Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Budiman melepas kontingen Tim Tembak TNI AD dalam Acara Pemberangkatan Kontingen Tim Tembak TNI AD untuk mengikuti Lomba Tembak Asean Army Rifle Match (AARM) Ke-22 Tahun 2012 ke Brunei Darussalam di Markas Besar Angkatan Darat, Selasa (25/9). AARM dilaksanakan setiap tahun diikuti Angkatan Darat negara ASEAN.

Kontingen Tim Tembak TNI AD berjumlah 57 orang terdiri dari 37 petembak dan 20 pendukung. Sebagai  Komandan Kontingen adalah Mayor Inf Dedi Suryadi  Danyon 22 Grup 2 Kopassus. Tim tembak akan bertanding 7 hingga 14 Oktober 2012 di Brunei Darussalam. Tim akan mengikuti lomba tembak pistol putra dan putri, senapan, karaben dan senjata otomatis (SO).

Pada kejuaraan lomba tembak AARM tahun 2010 dan 2011 kontingen TNI AD berhasil menjadi juara pertama. Saat melepas tim, Wakasad  mengatakan perlu disadari, bahwa sepanjang keikutsertaan dalam Lomba Tembak AARM, torehan prestasi Tim Petembak TNI AD selalu membanggakan semua. Ini membuktikan bahwa kualitas dan kemampuan prajurit TNI AD masih di atas rata-rata prajurit negara lain.

Oleh karena itu, tetaplah konsentrasi dan fokus dalam menghadapi lomba, gunakan waktu seefektif mungkin untuk memelihara kesehatan dan kebugaran fisik, dengan istirahat dan pola makan yang baik. Saya yakin dan percaya, Tim Petembak TNI AD dapat menjalankan misi mengharumkan nama bangsa di forum internasional dengan baik.

Kehadiran Tim Tembak di AARM, juga sebagai duta TNI AD dalam membangun persahabatan dengan prajurit-prajurit negara lain. Manfaatkan wahana tersebut untuk berbagi informasi dan pengalaman guna menambah wawasan para Prajurit sekalian. Kepada Komando Latihan, Pelatih dan Pendukung Latihan, ”saya sampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus. Semoga prajurit-prajurit kita mampu tampil dengan gemilang”.

Pedomani beberapa hal penting sebelum berlomba, yaitu selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar segala upaya kita mendapatkan ridho-Nya, bulatkan tekad dan niat kalian untuk mencapai prestasi yang terbaik, jangan anggap enteng peserta lomba lainnya, karena akan membuat kalian lengah dan semangat kompetisi menjadi lemah, pelihara hubungan yang baik dengan kontingen lain dan selalu junjung tinggi sportivitas serta patuhi ketentuan lomba yang telah disepakati.

Serma (K) Yanti Suhartini Petembak Putri andalan AARM-22

Serma (K) Yanti Suhartini merupakan salah seorang petembak dari enam petembak putri andalan TNI AD yang tergabung dalam Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat pada Lomba Tembak AARM (Asian Army Rifle Meeting) ke-22 di Brunei Darussalam, yang hari ini Selasa (25/9) dilepas oleh Wakasad Letjen TNI Budiman,  di Mabesad, Jakarta.
Bintara Kowad lulusan Secaba Kowad PK-IV TA 1996/1997 saat ini bertugas di Kopassus dan tercatat sudah enam kali mengikuti Lomba Tembak AARM, dan berhasil mengharumkan nama Bangsa Indonesia  khususnya TNI AD dengan menyabet beberapa kali juara yakni  juara beregu dan perorangan putri diantaranya Individual Champion tahun 2009 di Singapura dengan meraih Thropy Perorangan. Disamping meraih juara di even internasional, Serma (K) Yanti Suhartini juga telah dua kali menjadi juara pada Lomba Tembak Piala Kasad Cup pada tahun 2004 dan 2005.
Menurut Serma (K) Yanti Suhartini, waktu latihan selama lima bulan yang dipersiapkan bagi Tim Tembak TNI Angkatan Darat pada lomba Tembak AARM-22, dirasakan sangat kurang namun Serma (K) Yanti Suhartini akan berjuang semaksimal mungkin untuk lebih berprestasi meraih medali sebanyak-banyaknya guna mempertahankan Tim Petembak Angkatan Darat sebagai Juara Umum seperti pada AARM-21 tahun 2011.
Serma (K) Yanti Suhartini juga berharap, waktu yang tersisa ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berlatih sehingga kemampuan para petembak semakin terasah untuk mencapai prestasi yang maksimal
AARM adalah lomba menembak yang dilaksanakan setiap tahun diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara ASEAN, dan pada AARM-22 kali ini Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat berjumlah 57 orang petembak putra dan putri  dengan Komandan Kontingen Mayor Inf Dedi Suryadi yang akan mengikuti Lomba Tembak AARM-22 di Brunei Darussalam.
 
Sumber : TNI AD

Baca Selengkapnya ....

Lapan Kembali Akan Uji Roket RX-550

Posted by Foxtron Group 0 komentar

GARUT-(IDB) : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menyempurnakan kemampuan roket RX-550 yang segera diluncurkan pada 2013 mendatang.

Dalam persiapannya itu, LAPAN kembali melakukan uji statik motor roket RX-550 yang akan dilakukan pada Sabtu( 29/9) di Kecamatan Pangmeungpek, Kabupaten Garut. Sejumlah alat instalasi mulai dipasang pada roket RX-550 tersebut. Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Sudihartono menyebutkan,beberapa alat tersebut terdiri dari alat untuk mengukur daya dorong, tekanan, vibrasi, tempratur, dan data visual.


Sejumlah peralatan itu, kata Sudi, akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak di 2013 nanti. ”Roket RX-550 sendiri masih dalam tahapan penelitian dan penyempurnaan. Di 2011 lalu,kami sempat melakukan uji statik.Namun,karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nossel motor roket saat itu, RX-550 masih belum bisa dikatakan layak uji terbang. Sekarang, uji statik motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,”kata dia.

Sudi mengungkapkan, belum sempurnanya struktur komponen nossel motor roket disebabkan terbatasnya kualitas material logam.Saat itu, logam pada komponen nosselmotor roket hanya memiliki ketebalan 3 mm. ”Idealnya, ketebalan struktur material 6 mm. Sedangkan kondisi saat itu ketebalannya hanya 3 mm.Jadi yang seharusnya material itu bisa menahan panas sebesar 3.000 derajat celcius selama waktu pembakaran propelan sekitar 14 detik, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja.Akibatnya,saat memasukidetikke 8,material nossel robek dan pecah,”ungkapnya.

 Seperti diketahui, nama roket RX-550 diambil dari diameter motor roket yang berdiameter 550 milimeter. Panjang motor roket setidaknya mencapai 6 meter. Sedangkan panjang keseluruhan roket bisa mencapai 9 meter lebih. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton.

 Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan sepanjang 300 km. Roket RX-550 merupakan penyempurnaan beberapa roket produksi Lapan sebelumnya, yaitu RX- 420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008. Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, kedua roket itu pada akhirnya disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550.

Dana pembangunan roket RX-550 ini sebesar Rp5 miliar. Di bagian lain,Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN Clara Yono Yatini mengatakan, saat ini hanya ada 30 peneliti astronomi, itu pun terpusat di LAPAN. “Sebetulnya banyak, hanya saja kemungkinan penghargaan di dalam negeri terhadap mereka (peneliti antariksa) kurang,”katanya. 

Sumber : Sindo

Baca Selengkapnya ....

AS Tolak Kontrak Pembelian Javelin Oleh India

Posted by Foxtron Group 0 komentar

WASHINGTON-(IDB) : Pemerintah Amerika Serikat menolak kontrak pembelian roket anti tank Javelin kepada India. Tak hanya itu Washington juga melarang tim ahli India menguji coba Javelin dan penggapain teknologi ini oleh New Delhi. Dengan demikian kontrak tersebut terkatung-katung selama dua tahun.
 
Seperti dilaporkan IRNA, India tengah berusaha membeli generasi ketiga roket anti tank Javelin demi meremajakan 350 unit infantrinya serta membantu kemampuan mereka merusak barisan musuh.
 
Sumber-sumber New Delhi hari Ahad (23/9) menyatakan, Amerika menolak memberikan teknologi canggih ini kepada India. Tak hanya itu, AS juga enggan menyerahkan Javelin kepada tim ahli India untuk diteliti.
 
Menurut sumber ini, selama isu ini tidak terselesaikan maka pembelian dalam jumlah besar roket Javelin bagi India akan semakin sulit.
 
Sementara itu, perusahaan yang memproduksi Javelin, Raytheon menyatakan, pihaknya tetap komitmen dengan kontrak antara India dan Amerika tersebut, dan siap menjawab permintaan petinggi New Delhi untuk mengujicoba roketnya.
 
Javelin diproduksi oleh perusahaan Raytheon and Lockheed Martin, namun penjualannya harus melalui pemerintah Amerika Serikat.
 
Setelah Menteri Pertahanan India, A K Antony tahun 2010 menyatakan bahwa surat permohonan alih teknologi roket Javelin harus dikirim ke AS, maka proses transaksi ini terkatung-katung selama dua tahun. 
Sumber : Irib

Baca Selengkapnya ....

China Kerahkan UAV Ke Wilayah Sengketa

Posted by Foxtron Group 0 komentar

BEIJING-(IDB) : China siap mengerahkan pesawat intai tak berawak untuk mengintensifkan pengawasan di pulau yang di persengketakan dengan Jepang. Pulau itu berada di wilayah Laut China Timur.

Juru bicara Dinas Kelautan China Li Mousheng mengatakan bahwa, keputusan pengerahan pesawat tak berawak itu dilakukan pada Minggu kemarin. China pun akan selalu hadir dan mengawasi wilayah yang diklaim oleh Jepang dan juga Taiwan.

Li menambahkan, pada 2015 mendatang, wilayah itu akan dimonitor secara keseluruhan oleh pesawat intai China. Namun Li tidak mengatakan, di mana saja pesawat itu akan melakukan patroli. Demikian, seperti diberitakan CBS, Senin (24/9/2012).

Kedua negara Asia itu memperebutkan pulau yang disebut oleh Jepang dengan nama Senkaku. China semakin marah ketika Jepang berniat membeli pulau itu dari salah seorang pengusaha.

Demonstrasi anti-Jepang juga makin menjadi di Negeri Panda. Warga China kerap melakukan serangan ke kantor Kedutaan Besar Jepang dan pabrik-pabrik Jepang yang beroperasi di China, seperti halnya Toyota, Mazda dan Panasonic.

Selama ini, Jepang mengklaim sudah mengelola pulau yang disebut China dengan nama Diaoyu itu empat dekade yang lalu. Klaim itu muncul di saat Jepang mengetahui akan adanya kekayaan alam di pulau tersebut.

Bersamaan dengan itu, Amerika Serikat (AS) muncul dan memperingatkan China dan Jepang agar menahan diri dan tidak saling melontarkan provokasi. Komentar itu disuarakan oleh Menteri Pertahanan AS Leon Panetta yang berkunjung ke Jepang pada pekan lalu.

Sumber : Okezone

Baca Selengkapnya ....

13 Negara Ikuti Kejuaraan Terjun Payung Militer

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : Olahraga terjun payung sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan fisik

Sedikitnya 13 negara mengikuti Kejuaraan Terjun Payung Militer Asia, yang diselenggarakan  oleh Dewan Olahraga Militer Internasional (Conseil International du Sport Militaire/CISM), yang digelar bersamaan dengan Kejuaraan Terjun Payung TNI Terbuka 2012.


"Kejuaraan ini diikuti oleh 72 atlet putra dan 13 atlet putri dari 13 negara, dan diselenggarakan sejak 23 hingga 30 September 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, usai membuka dua kejuaraan terjun payung itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.


Peserta kejuaraan Terjun Payung Militer Asia pertama ini, berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Kazakstan, Srilanka, Australia, Jepang, Indonesia, Qatar, Filipina, dan lainnya.


Menurut dia, tidak semua peserta berasal dari negara yang merupakan anggota CISM.


Sehingga pihaknya juga mengadakan kejuaraan terjun payung terbuka, agar bisa diikuti oleh negara non-anggota CISM.


Tujuan kejuaraan tersebut antara lain untuk membangun persahabatan antarnegara, demi meningkatnya kualitas olahraga terjun payung, serta memperluas promosi terkait citra TNI dan CISM.


"Kita ingin memupuk kerja sama, di antara negara-negara anggota Asia pada khususnya dan seluruh komunitas internasional pada umumnya, di bidang terjun payung militer. Saya yakin olahraga ini bisa meningkatkan rasa saling percaya, di antara miiliter-militer di dunia. Kejuaraan terjun payung akan terus digelar untuk menambah jumlah negara peserta," katanya.


Persiapan kontingen dari Indonesia sendiri, lanjut Panglima, Indonesia diuntungkan oleh beberapa event sebelumnya, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), dimana banyak anggota TNI yang terlibat di dalam PON.


"PON merupakan salah satu ajang juga yang bisa kita gunakan untuk persiapan," tuturnya.


Ketika ditanya negara mana yang paling berat, tambah dia, olahraga terjun payung itu sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan kondisi fisik.


Belum tentu hasil latihan dengan hasil pertandingan sama, karena menghadapi situasi yang berbeda, ujarnya.


Kontingen Indonesia yang mengikuti kejuaraan itu, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan kontingen dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Sumber : Berita Satu

Baca Selengkapnya ....

Analisis : AS Bantu Jepang Jika Terjadi Perang dengan China

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : Kurt Campbell, Deputi Menlu urusan Asia Timur dan Pasifik AS, mengatakan Washington akan bantu Jepang jika terjadi perang dengan China, terkait dengan sengketa pula dua negara. "Pulau-pulau di Laut China Selatan yang jadi pusat sengketa antara China dan Jepang secara jelas tercakup dalam perjanjian keamanan tahun 1960 yang mewajibkan AS membatu Jepang jika diserang," demikian diplomat AS itu, Jumat (21/9).

"Kami tidak mengambil sikap mengenai kedaulatan pokok atas pulau-pulau ini," kata Kurt Campbell, kepada subkomite Hubungan Luar Negeri Senat AS.

Jepang menguasai pulau-pulau yang berbatu itu sejak tahun 1895 -- kecuali selama pendudukan Okinawa pasca perang AS tahun 1945-1972-- dan menamakannya Senkaku. China dan Taiwan, yang bersikeras mereka telah mengklaim lebih lama dan menamakan pulau itu dengan Diaoyu.

"Kita mengakui secara tegas... bahwa Jepang mempertahankan pemerintah yang efektif... dan ini secara tegas sesuai dengan Pasal 5 Perjanjian Keamanan," kata Campbell dalam dengar pendapat mengenai sengketa-sengketa wilayah Asia.

Ia mengemukakan kepada subkomite Senat bahwa unjuk rasa anti-Jepang yang rusuh di China dan tindakan lainnya yang menimbulkan ketegangan semakin mencemaskan AS.

Sengketa wilayah yang lama meningkat kembali pekan lalu ketika pemerintah Jepang memutuskan menasionalisasi beberapa pulau, membeli beberapa pulau dari seorang pemilik Jepang.

"Kita khawatir oleh demonstrasi baru-baru ini, dan jelas potensi bagi kemitraan antara Jepang dan China akan terganggu," kata Campbell.

"Itu bukan kepentingan strategis kita dan jelas akan mengganggu perdamaian dan stabilitas di Asia-Pasifik secara keseluruhan," tambahnya.

Perjanjian Kerjasama Timbal Balik dan Keamanan antara AS dan Jepang ditandatangani tahun 1960 sebagai pengganti perjanjian keamanan bilateral tahun 1951 dan tiang fondasi yang dianggap sebagai paling penting dari lima aliansi perjanjian AS di Asia.

Pasal 5 mengatakan "setiap pihak mengakui bahwa satu serangan bersenjata terhadap pihak lainnya di wilayah yang berada dibawah pemerintah Jepang akan membahayakan perdamaian dan keamanannya dan mengumumkan bahwa pihaknya akan bertindak untuk menghadapi bahaya bersama sesuai dengan ketentuan dan proses konstitusionalnya."

Pasal itu juga menetapkan sekutu-sekutu akan melaporkan "setiap serangan bersenjata dan segala tindakan sebagai akibat dari itu ke Dewan Keamanan PBB dan menghentikan tindakan itu apabila Dewan Keamanan melakukan tindakan yang mendukung perdamaian dan keamanan.

Ia mengatakan sikap terhadap pulau-pulau itu sama yang ditetapkan oleh para pejabat AS sejak tahun 1997.

Ketua subkomite Senator Jim Webb, seorang dari Partai Demokrat Virginia dan pakar militer Asia, mendesak pemerintah Obama "menanggapi secara seksama dan penuh" terhadap tindakan China di Laut China Timur dan Laut China Selatan, di mana China dan negara-negara lain terlibat sengketa wilayah yang meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini.

"Ancaman itu menimbulkan konsekuensi laagsung pada AS," kata Webb, yang menyatakan satu deklarasi tahun 2004 oleh pemerintah George W.Bush dan pada tahun 2010 oleh Menlu Hillary Clinton bahwa kewajiban perjanian keamanan AS diperluas mencakup pulau-pulau yang disengketakan.

"Membiarkan tindakan China yang memasuki perairan di sekitar wKepulauan Senkaku kita perlu tetap melakukan kewajiban kita secara tegas sesuai dengan perjanjian keamanan ini," katanya.
Sumber : Analisa

Baca Selengkapnya ....

Armada Perang China Pertama Resmi Beroperasi

Posted by Foxtron Group 0 komentar

BEIJING-(IDB) : Kini, untuk pertama kali China memiliki armada kapal perang pembawa pesawat tempur. Armada ini sudah diserahkan ke Tentara Pembebasan Rakyat, julukan bagi angkatan besenjata China.

Berita ini muncul di tengah ketegangan hubungan China dengan negara-negara tetangga. Penyerahan kapal perang dengan panjang 300 meter ini berlangsung di Dalian, kota pelabuhan besar di China timur. Armada ini aslinya bernama Varyag.

Tahun lalu, China mengonfirmasikan perbaikan kapal lama milik Uni Soviet yang sudah bubar. Namun, China menegaskan keberadaan kapal ini bukan untuk menakut-nakuti atau mengancam tetangga, melainkan pada umumnya dipakai untuk proses pelatihan dan penelitian.

Namun, maneuver-manuver yang dilakukan armada, yang kini dinamai "Nomor 16", sejak Agustus 2001 memunculkan pertanyaan bagi negara-negara lain. China diminta menjelaskan mengapa memerlukan armada ini.

Konstruksi Varyag otomatis berakhir pada tahun 1991 setelah Uni Soviet bubar. China kemudian membeli kapal itu dari Ukraina, bagian dari Uni Soviet, pada tahun 1998 tanpa mesin dan baling-baling. Pada tahun 2002 perbaikan total atas Varyag dilakukan di Dalian.

Armada ini mampu memfasilitasi maneuver pesawat tempur di samudera sebagaimana dilakukan AS yang juga memiliki armada kapak perang terbesar di dunia. 

Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ....

ATM Laksanakan Uji Penembakan Rudal dan Roket Terpadu

Posted by Foxtron Group 0 komentar
Suasana latihan Eksesais ANGSA

Angkatan Tentara Malaysia (ATM) telah berhasil meluncurkan penembakan misil dan roket secara terpadu di Perairan Selat Malaka Utara sekitar jam 10 hingga 11 pagi tadi. Penembakan yang diluncurkan dari platform penembak yang berbeda ini berhasil mengenai sasaran permukaan pada jarak dan kecepatan yang diprogram.


Dalam penembakan tadi pagi, Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) telah meluncurkan misil jenis Exocet MM40 dari Kapal Diraja (KD) LEKIU dan misil jenis Sea Skua dari helikopter TLDM jenis Super Lynx. Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM) pula telah meluncurkan misil tipe Maverick dan Harpoon dari pesawat tempur F/A-18D. Sementara itu, tim 51 Resimen Artileri Kerajaan Angkatan Darat Malaysia (TDM) pula telah meluncurkan Sistem Roket Lancar Berganda Astros II dari situs penembakan di Tanjung Antu, Segari, Perak. Semua penembakan ini telah berhasil mengenai tepat dan menghancurkan target.


Penembakan terpadu ATM ini telah diluncurkan selama Eksesais ANGSA 7/2012 yang lelibatkan tiga layanan, Darat, Laut, dan Udara yang dimulai dari 10 hingga 28 Sep 12. Penembakan secara terpadu ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan latihan secara bersama (joint) antara ketiga layanan. Selain itu, penembakan ini digabungkan sebagai langkah penghematan secara kemitraan biaya dalam operasi penembakan.


Penembakan terpadu ini melibatkan aset bantuan ketiga layanan sebagai unsur untuk pembersihan area, tim penyediaan sasaran, rekaman dan analisis. Antara aset dan unsur TLDM lain yang terlibat adalah KD Mahawangsa, KD PAHANG, KD TERENGGANU, KD LAKSAMANA Hang Nadim, KD MAHAMIRU, KTD PENYU, Bot Tempur CB 90, Tim Penyelam, Weapon Trial and Assesment Team (WTAT) dan helikopter Fennec. Sementara aset TUDM lain yang terlibat adalah pesawat Su-30MKM, pesawat CN-235, pesawat B-200T dan C-130. Unit TUDM yang terlibat adalah 51 Resimen Artileri Royal.


Keberhasilan penembakan misil dan roket terpadu ATM ini telah sekali lagi membuktikan bahwa kesiagaan aset ATM selalu di tingkat yang tinggi dalam mempertahankan kedaulatan negara. Ia juga sekaligus menempatkan ATM antara pasukan Angkatan Bersenjata yang wajar disegani di kawasan ini.


Panglima Angkatan Laut Laksamana Tan Sri Abdul Aziz bin Ja’far, Panglima Angkatan Udara, Jenderal Tan Sri Dato Sri Rodzali bin Daud TUDM, Wakil Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Dato’ Hasbullah bin Hj Mohd Nawawi dan Panglima Angkatan Bersama, Laksamana Madya Dato’ Sri Ahmad Kamarulzaman bin Hj Ahmad Badaruddin, Panglima Operasi Udara Dato’ Seri Mohd Ackban bin Hj Abdul Samad TUDM dan Panglima Armada Laksamana Madya Dato’ Abdul Hadi bin A. Rashid hadir menyaksikan penembakan ini dari platform kapal KD Mahawangsa di Perairan Selat Malaka.
 
Sumber : MalaysiaNavy

Baca Selengkapnya ....

Kapal Perang Rusia Uji Kemampuan Rudal

Posted by Foxtron Group 0 komentar

MOSCOW-(IDB) : Kapal nuklir penjelajah berpeluru kendali unggulan Armada Utara Rusia, Pyotr Veliky, melakukan latihan pertahanan rudal selama misi patroli-dan-pelatihan saat ini di Kutub Utara, kata surat kabar Izvestia, Kamis.

Pyotr Veliky adalah satu-satunya kapal perang Rusia dengan kemampuan cukup untuk menggagalkan serangan besar-besaran rudal jelajah dan rudal balistik.

"Selama misinya saat ini pada rute Laut Utara dan sepanjang pantai Arktik Rusia, Pyotr Veliky melakukan uji kemampuan pertahanan rudal sebagai bagian dari segmen berbasis laut dari perisai pertahanan rudal nasional, kata Izvestia mengutip sumber kementerian pertahanan.

"Pelatihan pertahanan rudal di Kutub Utara sangat penting karena mereka meliputi lintasan serangan potensial rudal darat balistik AS," kata sumber itu.

Pyotr Veliky dipersenjatai 48 S-300F Fort dan 46 S-300FM Fort-M (SA-N-20 Gargoyle) jarak menengah permukaan-ke-udara rudal (dengan jangkauan efektif hingga 200 kilometer), 128 3K95 Kinzhal (SA-N-9 Gauntlet) jarak pendek SAM, dan senjata enam CADS-N-1 Kashtan /sistem rudal.

Radar-radar itu mampu mendeteksi dan melacak target udara pada ketinggian 30 kilometer dan jangkauan 300 kilometer.

Sumber : Antara

Baca Selengkapnya ....

Indonesia Akan Segera Akuisisi 8 Unit Apache AH-64D

Posted by Foxtron Group 0 komentar

NEW YORK-(IDB) : Indonesia akan membeli delapan helikopter Apache dari Amerika Serikat, yang disebut-sebut menjadi sebuah tanda bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan menyangkut peningkatan keamanan kawasan.

Menurut laporan AFP seperti yang dipantau ANTARA, Kamis, pembelian itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa di Washington, Kamis.

Hillary mengatakan Pemerintah AS telah "menginformasikan kepada Kongres tentang potensi penjualan delapan helikopter AH-64D Apache Longbow kepada pemerintah Indonesia."

"Perjanjian ini akan memperkuat kemitraan menyeluruh kita dan membantu meningkatkan keamanan di kawasan," ujar Hillary.

Ia tidak menyebutkan nilai penjualan kedelapan Apache yang akan dibeli oleh Indonesia itu.

Menlu Marty Natalegawa dan Menlu Hillary Clinton pada Kamis masing-masing memimpin delegasi kedua negara melakukan Pertemuan Komisi Bersama (JCM) RI-AS yang ketiga setelah mereka sebelumnya melakukan pertemuan sdrupa di Washington DC pada tahun 2012 dan di Bali tahun 2011.

Komisi Bersama itu merupakan mekanisme kerangka kemitraan menyeluruh, yang secara resmi diluncurkan tahun 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Barack Obama ketika Obama berkunjung ke Indonesia.

Sementara itu, seperti yang diungkapkan Departemen Luar Negeri AS pada laman mereka, Hillary menyebut Indonesia sebagai "mitra yang alami" bagi AS dan menekankan pentingnya hubungan kedua negara menyangkut stabilitas kawasan.

"Sebagai negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga di dunia, kita adalah mitra alami, dan Amerika Serikat melihat Indonesia sebagai landasan bagi stabilitas di kawasan Asia Pasifik," ujarnya.

Menlu Hillary mengatakan hubungan AS dengan Indonesia adalah pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebutkan, sejak tahun 2000, perdagangan bilateral kedua negara telah berlipat ganda hingga mencapai 27 miliar dolar AS (sekira Rp257,9 triliun) tahun lalu.

"Perjanjian senilai 21 miliar dolar (Rp200,6 triliun) antara Lion Air dan Boeing merupakan yang terbesar dalam sejarah Boeing," ujar Hillary.

Boeing mencetak rekor penjualan dalam sejarahnya --baik dalam nilai transaksi maupun jumlah unit yang dipesan, setelah maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, memesan 230 unit pesawat buatan Boeing, yaitu terdiri dari 201 unit jenis 737 MAX dan 29 unit Next Generation 737-900.

Penandatangan perjanjian pembelian itu dilakukan oleh Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, dan Wakil Presiden Boeing, Roy Connor, dengan disaksikan oleh Presiden Barack Obama di sela-sela KTT Asia Timur di Bali pada November 2011.

"Sektor gas alam Amerika telah menarik investasi dari perusahaan-perusahaan energi Indonesia di sini. Sebuah Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Celanese, yaitu sebuah perusahaan Amerika, kemungkinan mengarah kepada fasilitas baru bernilai miliaran dolar yang akan mengubah batu bara menjadi etanol," tambah Hillary.

Menlu Marty Natalegawa sepakat dengan mitranya itu bahwa Indonesia dan AS memiliki kemitraan yang kuat.

"Kemitraan yang menguntungkan kedua belah pihak dan pada saat yang sama meluas di luar tingkat bilateral, ditambatkan dan dikendalikan oleh keyakinan kuat kedua negara bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik," kata Marty. 
Sumber : Antara

Baca Selengkapnya ....

Kasum TNI Tutup Hanudnas Tutuka XXXVI 2012

Posted by Foxtron Group 0 komentar

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI), Marsekal Madya TNI Daryatmo, menutup Latihan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) “Tutuka” XXXVI Tahun 2012.

Kasum TNI mewakili Panglima TNI pada upacara penutupan latihan yang berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20/9).

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam amanat tertulisnya, mengatakan keberhasilan Latihan Pertahanan Udara Nasional tahun 2012 tidak terlepas dari keseriusan para prajurit. Para prajurit memiliki semangat, disiplin dan motivasi dalam berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta profesionalisme sesuai dengan tuntutan tugas.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengharapkan melalui kegiatan latihan akan mengasah kemampuan taktik dan strategi, Komando dan Pengendalian serta Manajerial Lintas Angkatan.

Dengan berakhirnya latihan ini, menurut Panglima TNI, akan menghasilkan kesatuan pandang terhadap pelaksanaan operasional antar Matra Terpadu sekaligus sebagai forum untuk mendiskusikan permasalahan yang timbul secara nyata di lapangan dalam rangka meningkatkan profesionalitas keprajuritan.

Di samping itu, hasil latihan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan penyempurnaan doktrin operasi udara serta doktrin pendukung lainnya.

Menurut Agus Suhartono, tugas-tugas Kohanudnas ke depan akan semakin berat dan kompleks. Sebab akan dihadapkan dengan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis yang selalu berubah-ubah.

Hal ini ditandai dengan sering munculnya berbagai ancaman terhadap wilayah udara yurisdiksi nasional berupa pelanggaran wilayah udara, peredaran satelit mata-mata serta tantangan kemajuan industri dan teknologi pertahanan udara yang begitu cepat sampai pada kemungkinan terjadinya perang elektronika, baik dalam skala terbatas maupun luas dan terbuka.

Panglima TNI juga memberikan penekanan kepada para prajurit agar terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya berkaitan dengan kedirgantaraan yang kemajuannya sudah begitu pesat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan profesionalitas keprajuritan dalam rangka Trimatra Terpadu, guna menghadapi tantangan tugas ke depan.

Panglima TNI juga meminta prajuritnya agar mengadakan koordinasi secara terus-menerus dengan semua unsur dan institusi TNI. Hal ini bertujuan agar terwujud keterpaduan dan sinkronisasi dalam setiap bentuk penugasan TNI.

Selain itu, prajurit TNI juga diminta untuk menindaklanjuti hasil evaluasi yang diperoleh selama latihan baik yang bersifat positif maupun negatif dari penyelenggara maupun pelaku serta pendukung latihan.

“Jaga soliditas dan solidaritas antar Agkatan agar terwujud sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas dengan berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” kata Panglima TNI seperti dilansir dalam siaran pers Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Minulyo Suprapto, yang diterima Jurnal Nasional.

Sumber : Jurnas

Baca Selengkapnya ....

TNI AU Simulasi Intercept Pesawat Asing

Posted by Foxtron Group 0 komentar

PALEMBANG-(IDB) : Lantaran melenceng dari jalur penerbangan seharusnya,sebuah pesawat asing kemarin dipaksa mendarat oleh TNI AU di Base Ops Lanud Palembang sekitar pukul 14.00 WIB.

Pesawat yang diketahui jenis Boeing 737 itu sebelumnya terpaksa di-intercept dua pesawat tempur jenis Hawk 100 dan Hawk 200 dari Squadron Pekanbaru untuk segera mendarat di Lanud Palembang setelah terpantau radar Kohanutas melenceng dari jalur penerbangan seharusnya. Setelah melalui negosiasi yang alot, pesawat berbendera negeri antah berantah itu pun akhirnya berhasildigiringturun ke Lanud Palembang untuk diperiksa kelengkapan surat-suratnya.


Sebelum akhirnya berhasil menemukan kesepakatan, pesawat berbendera asing tersebut tak urung mendapat penjagaan ketat puluhan aparat yang telah bersiaga di sekitar lokasi pendaratan. Kedatangan pesawat asing juga dikawal kendaraan pasukan TNI AU, tim Crash Car PKPPK PTAP2 Palembang, hingga tim imigrasi.Sejumlah personel gabungan langsung mengamankan daerah sekitar pesawat mendarat.

“Pesawat tiba-tiba terpantau melenceng masuk wilayah teritorial kita.Makanya TNI AU pusat memerintahkan dua pesawat tempur memaksa turun ke Lanud Palembang. Kita belum tahu mereka ini mau apa,makanya dipaksa turun untuk dicek kelengkapannya,”ungkap Danlanud Palembang Letkol Pnb Adam Soeharto kemarin. Adam mengatakan,sekelumit cerita tadi merupakan skenario latihan Force Down yang telah dirancang untuk memantapkan kesiapan pasukan saat kondisi serupa terjadi di Lanud Palembang.

“Jadi kalau ini benar-benar terjadi, aparat kita langsung sigap.Kalau tidak mau diusir, mereka harus dipaksa mendarat dan diperiksa surat izin terbangnya,”katanya. Sementara itu, May Pnb B Sudewo Kepala Seksi Ops dan Latihan Pangkalan Udara (Lanud) Hasanudin Makassar yang berperan sebagai kapten pilot pesawat X mengatakan,latihan digelar untuk me-refresh pengamanan di pangkalan seluruh Indonesia, termasuk beberapa masalah real yang akan ditemui di lapangan yang membutuhkan penanganannya rumit.

“Intinya kejadian seperti itu bisa saja terjadi di pangkalan mana pun, makanya kita me-refresh agar aparat di pangkalan selalu siap,”ujarnya. Dia mengungkapkan, walaupun terkesan sederhana, proses seperti itu cukup rumit karena umumnya pilot pesawat berbendera asing tidak mau begitu saja dipaksa mendarat, meski terpantau radar telah melenceng dari wilayah penerbangannya.

Untuk itu, dibutuhkan tim negosiasi yang bagus dan solid untuk melakukan tindakan tepat bagi pesawat-pesawat yang melakukan hal serupa.“Jadi kalau tadi ceritanya ada crew saya yang sakit. Saya selaku pilot harus menjaga keamanannya.Makanya saya tidak mau langsung turun saat dipaksa mendarat,” ucapnya.

Sumber : Sindo

Baca Selengkapnya ....